PENUTUPAN MUFFEST+ 2025 yang berlangsung pada tanggal 23 Februari 2025, menandai akhir dari rangkaian acara modest fashion terbesar di Indonesia. Event yang digelar selama empat hari ini berhasil menarik perhatian para pencinta mode, desainer, dan pelaku industri fashion dari dalam dan luar negeri.
Dengan tema "Sustainable Future", MUFFEST+ 2025 menampilkan inovasi dan kreativitas para desainer yang mengedepankan keberlanjutan serta kesadaran lingkungan dalam setiap koleksi mereka.
Di hari terakhir, penampilan karya para desainer menjadi sorotan utama. Pada runway, koleksi yang ditampilkan mencerminkan perkembangan tren fashion modern yang responsif terhadap isu-isu lingkungan.
Salah satu momen paling berkesan adalah kolaborasi desain khusus oleh Ivan Gunawan untuk Zeta Prive. Setelah berkolaborasi dengan brand Ayu Dyah Andari, Zeta Prive kembali mengejutkan dunia fesyen Indonesia dengan koleksi terbarunya yang didesain oleh fashion designer ternama, Ivan Gunawan. Koleksi ini diberi label “Ivan Gunawan For Zeta Privé” dan mulai dipasarkan pada acara private viewing pada 20 dan 21 Februari 2025 di butik Zeta Privé Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.
Koleksi ini terinspirasi akan era kejayaan kerajaan Mughal yang merupakan salah satu pusat budaya dan seni Muslim yang paling berpengaruh di dunia. Seni Mughal merupakan gabungan dari antara seni Persia, Islam dan Asia bagian selatan yang menjadikannya unik dan menjadi ciri budaya seni Islam di Asia.
Dengan sentuhan yang modern, koleksi ini menjadi sebuah karya baru yang memunculkan keanggunan, kemewahan sekaligus keunikan yang cocok dipakai ketika ingin menjadi pusat perhatian.
Tak hanya itu, MUFFEST+ 2025 ini dikejutkan oleh penampilan fashion BRILIANTO. BRILIANTO membawakan fashion dengan tema “Manusia” yang diartikan dalam bahasa Sansekerta adalah "manuṣa" (मनुष).
Kata “"manuṣa" (मनुष) berasal dari bahasa Sansekerta “manu”. Kata “manu” dalam bahasa Sansekerta berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi. Kata “manusia” juga berasal dari bahasa Latin, yaitu “mens” yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi.
Malam penutupan diakhiri dengan sambutan Abby Krisnamurti selaku Chief Operating Officer Gemalindo Kreasi Indonesia dan Yuke Sri Rahayu selaku Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif.
Acara ini tidak hanya merayakan pencapaian desainer, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia siap bersaing di kancah fashion internasional dengan mengusung prinsip keberlanjutan dalam setiap langkahnya.
Penutupan MUFFEST+ 2025 merupakan momentum bagi industri modest fashion Indonesia untuk kian melejit di pasar global.
KOMENTAR ANDA